Pemandian Banyu Biru, Tempat Asyik Liburan Bersama Keluarga

Pemandian Banyu Biru – Menelusuri indahnya kabupaten Pasuruan tak akan lengkap jika tidak datang ke pemandian satu ini. Konon pamandian ini sudah terkenal sejak zaman kolonial belanda hingga tahun 2018 ini. Misteri dan mitos pun tak bisa lepas dari tempat wisata ini, banyak orang yang datang ke pemandian hanya untuk sekedar melihat ikan yang dianggap keramat oleh warga setempat.

Tak ada salahnya membawa keluarga anda untuk berlibur dan bermain air di pemandian ini, banyak hal menarik yang bisa di dapatkan jika anda berlibur disini. Anda bisa belajar sejarah dan menikmati keindahan alam di sekitar pemandian sekaligus.

Untuk kalian yang masih penasaran tentang wisata pemandian Banyu Biru, berikut ulasan lengkapnya.

1. Lokasi Pemandian Banyau Biru

Lokasi Pemandian Banyau Biru
Lokasi Pemandian Banyau Biru

Pemandian Banyu Biru adalah sebuah tempat wisata renang alam yang terletak di desa Sumber Rejo, kecamatan Winongan, kabupaten Pasuruan. Untuk menuju ke tempat Pemandian Banyu Biru ini tidaklah sulit. Wisata pemandian ini terletak di selatan kota Pasuruan yang dapat ditempuh selama 30 menit dari kota pasuruan atau sekitar 25 km.

Selain dapat menggunakan kendaraan pribadi, juga dapat menggunakan kendaraan umum dengan ongkos Rp 6.000 dan naik dari terminal pasuruan atau dari pertigaan pasar ngopak ke probolinggo dengan ongkos Rp 3000 saja. Untuk tiket masuknya seharga Rp 5000 per orang dan bisa naik ketika ada event-event tertentu, buka mulai pukul 08.00 dan tutup pukul 17.00.                                 

2. Asal-muasal Pemandian Banyu Biru

sejarah pemandian banyau biru
sejarah pemandian banyau biru

Tempat wisata pemandian ini memiliki 4 kolam renang. Dua di antaranya adalah kolam yang airnya bersumber dari alam, berwarna jernih agak kebiru-biruan karena dalamnya.

Itu sebabnya tempat tersebut dinamai “Banyu Biru”, “air biru” dalam bahasa Jawa. Dulu kolam pemandian ini disebut “Telaga Wilis”. Tempat ini dipercaya sebagai peninggalan kerajaan Majapahit, di sekitar kawasan pemandian pun juga banyak di temukan beberapa arca peninggalan kerajaan.

Setiap hari raya kuningan pun banyak pemeluk agama Hindu yang datang untuk melaksanakan ritual.

Serpihan-serpihan kerajaan Majapahit di Pemandian Banyu Biru sebagai tempat ritual agaknya tak lepas dari  cerita turun temurun dan bekas-bekas candi yang banyak dijumpai di tempat ini.

Ada beberapa sisa arca  yang saat ini dikumpulkan dan tergolek di sebuah sudut pemandian. Arca-arca  itu sudah diidentifikasi oleh arkeolog Belanda di tahun 1929.

sejarah pemandian banyu biru
sejarah pemandian banyu biru

Situs-situs yang ada antara lain dua volkaring dari Pemkab Pasuruan dengan bahasa Belanda tahun 1921. Lalu, satu prasasti dengan huruf jawa tahun 1847, satu patung Batara Siwa dengan membawa senjata trisula, satu patung Ganesha, satu patung dua ekor naga berbelit dan lainnya.

Tinggalan  paling menarik di Banyu Biru adalah KALA. Kala ini dimungkinan merupakan bagian dari struktur candi. Maka bisa jadi, pemandian Banyu Biru  merupakan pertirtaan (pemandian kuno) yang dulu dikunjungi oleh Hayam Wuruk saat dalam perjalanan ke Lumajang.

Disebut dalam kitab Nagara Kertagama pupuh 19:2. “Tersebut dukuh kasogatan bernama Madakaripura, keelokannya terkenal, berupa anugerah Sri Baginda kepada patihnya, Gajah Mada, teratur dan sangat baik. Disitulah sang raja menempati pesanggarahan yang terhias dengan indah, berjalan melalui Trasungay ia melakukan puja bhakti di petirtaan suci di Capahan”.

Sangat beralasan jika pemandian Banyu Biru dahulu disebut sebagai Pertirtaan Capahan yang lokasinya dekat dengan Madakaripura.  Ini berkaitan dengan ditemukannya kumpulan arca yang berciri Saiwa yang oleh Prapanca saat menemani Prabu Hayam Wuruk dituliskannya sebagai desa Buddhis.  Tak berlebihan kiranya, jika disebut itulah sebagian serpihan Majapahit yang tersisa di Banyu Biru.

Baca juga : Wisata Telaga Sarangan

3. Daya Tarik Wisata

Daya Tarik Wisata
Daya Tarik Wisata

Selain keindahan alam yang ada di kawasan pemandian, daya tarik dari pemandian Banyu Biru terletak pada sisi mistisnya. Ada dua hal yang dikeramatkan di lokasi ini, yakni air dan ikan tombro di dalam kolam.

Konon katanya karena pernah menjadi pemandian raja Majapahit, air yang ada di kolam ini bisa digunakan untuk air minum dan air obat. Air bisa menyembuhkan beberapa penyakit , seperti penyakit kulit dan masih banyak lagi.

Di kolam pemandian ini hidup ribuan ikan yang di keramatkan oleh pengelola dan masyarakat sekitar. Pengunjung bisa berenang bersama ikan tombro, yang disebut sebagai ikan keramat atau ikan sengkaring.

Penyebutan nama ikan keramat itu bukan tanpa alasan. Sebab, siapapun yang membawa pulang ikan itu akan celaka di perjalanan pulangnya. Oleh karena itu tidak disarankan untuk pengunjung pemandian mengganggu ikan yang ada disana.

ikan di pemandian banyu biru
ikan di pemandian banyu biru

Semua cerita mitos ini memang tidak bisa di terima akal sehat manusia, tapi memang seperti itu adanya dan mereka percaya akan hal itu.

Kolam dikelilingi pohon yang diperkirakan berusia ratusan tahun, sehingga membuat kolam semakin teduh karena tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Kolam ini memiliki kedalam sekitar 2,5 meter. Bagi kalian yang tidak bisa berenang disarankan untuk tidak berenang, meski sejauh ini belum ada kasus kecelakaan orang yang tidak bisa berenang dan tenggelam di kolam ini.

Meski demikian, untuk keamanan dan bagi yang ingin mencobanya, pengelola menyiapkan penyewaan ban dengan berbagai macam ukuran. Tak hanya menikmati pemandian alam, pengunjung juga bisa menikmati pesona lain di kawasan ini.

Baca juga : Wisata Hutan Mangrove Surabaya

4. Fasilitas di Pemandian

Fasilitas di Pemandian banyu biru
Fasilitas di Pemandian banyu biru

Dalam kawasan tempat wisata alam Pemandian Banyu Biru ini ada kolam renang buatan dan sarana lainnya seperti arena bermain, lapangan tenis, stand pameran, dan juga kolam ikan.

Di wisata pemandian banyu biru pengelola juga menyediakan perlengkapan untuk berenang seperti baju renang, ban pelampung dan juga kacamata renang dengan harga sewa yang cukup terjangkau.

Jika kesana dengan menggunakan kendaraan pribadi, jangan khawatir karena ada lahan parkir yang luas dan juga aman dijaga dengan petugas parkir. Untuk tarif parkir di sana untuk yang motor dikenakan Rp 2.000, mobil Rp 4.000, dan sepeda Rp 1.000.

Fasilitas lainnya yang terdapat di sana antara lain kamar mandi, kamar ganti, makanan khas dari daerah sana, dan juga arena bermain untuk anak-anak.

Tempat wisata ini memang sangat cocok dijadikan sebagai alternatif liburan keluarga saat musim liburan tiba. Sebab, pengunjung tak harus mengeluarkan biaya besar untuk liburan.

Di kawasan ini, pengunjung juga bisa membawa bekal makanan sendiri dan tikar. Jadi, pengunjung bisa piknik di bawah pohon-pohon besar nan rindang diselimuti udara yang sejuk.

pemandian banyu biru pasuruan
pemandian banyu biru pasuruan

Dalam sehari, rata – rata pengunjung yang datang ke Banyu Biru ini sekitar 100 orang. Pada saat weekend, jumlah pengunjung bertambah menjadi 200 orang atau bahkan bisa lebih.

Kebanyakan pengunjung berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur dan Bali, namun mayoritas masih didominasi pengunjung asal Pasuruan dan sekitarnya.

Itulah ulasan kami tentang wisata alam pemandian Banyu Biru yang ada di kabupaten Pasuruan. Selain bisa menikmati keindahan alam dan berenang bersama ikan-ikan keramat, anda juga bisa sekalian belajar tentang beberapa peninggalan kerajaan Majapahit yang ada di kawasan wisata pemandian Banyu Biru ini.

Semoga review kami ini bisa bermanfaat dan jangan lupa untuk mengunjungi ke pamandian ini saat kalian ada di pasuruan.

Leave a Comment

WhatsApp chat Chat