Museum Mpu Tantular, Wisata Edukasi Untuk Kenalkan Anak dengan Sejarah !!

Museum Mpu Tantular – Berwisata tak harus melulu tentang pantai, gunung, dan taman, di Sidoarjo ada sebuah tempat yang menyimpan benda atau barang bersejarah. Tempat ini adalah Museum Negeri Provinsi Jawa Timur Mpu Tantular atau biasa di sebut Museum Mpu Tantular. Kunjungan ke sebuah museum memang tak sepopuler kunjungan ke tempat wisata lain, karena orang-orang menganggap pergi ke museum cenderung membosankan.

Nah, untuk mengubah sudut pandang kalian tentang museum, kami akan mengulas hal-hal menarik yang ada di museum Mpu Tantular ini.

1. Lokasi Museum Mpu Tantular

Lokasi Museum Mpu Tantular
Lokasi Museum Mpu Tantular

Museum Negeri Provinsi Jawa Timur Mpu Tantular, adalah sebuah museum negeri yang berlokasi di kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Awalnya museum ini bernama Stedelijk Historisch Museum Soerabaia, didirikan oleh Godfried von Faber pada tahun 1933 dan diresmikan pada tanggal 25 Juli 1937. Saat ini, museum ini dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis pada Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

2. Sejarah Museum Mpu Tantular

Sejarah Museum Mpu Tantular
Sejarah Museum Mpu Tantular

Pemberian nama Mpu Tantular sendiri diambil dari seorang Pujangga Jawa Timur yang hidup dalam pertengahan abad XIV pada masa kerajaaan Majapahit. Ia dikenal dikenal dengan karyanya Kitab Arjuna Wijaya dan Sutasoma.

Pada Kitab Sutasoma inilah tercantum kata-kata Bhineka Tunggal Ika, yang sampai sekarang dipakai sebagai semboyan bangsa Indonesia.

Sebelum berada di lokasi yang sekarang di tempati, Museum Mpu Tantular sempat beberapa kali pindah lokasi. Hal tersebut dikarenakan julah koleksi yang semakin banyak sehingga membutuhkan tempat yang lebih luas.

Museum Mpu Tantular merupakan kelanjutan dari Stedelijk Historisch Museum Surabaya yang didirikan oleh Von Faber, pada tahun 1933. Pada awalnya lembaga ini hanya memamerkan koleksinya di suatu ruangan kecil di readhius Ketabang, kemudian atas kemurahan hati seorang janda Ny. Han Tijong King, museum dipindahkan ke jalan Tegalsari yang memiliki bangunan lebih luas.

Selanjutnya masyarakat pemerhati museum mulai berinisiatif untuk memindahkan museum ke tempat yang lebih memadai yaitu di jalan pemuda no 3 Surabaya, yang diresmikan pada tanggal 25 Juni 1937.

Sepeninggal Von Faber museum di kelola oleh Yayasan Pendidikan Umum yang didukung oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Museum ini di buka untuk umum pada tanggal 23 Mei 1972, dengan nama Museum Jawa Timur.

Wisata Edukasi Museum Mpu Tantular
Wisata Edukasi Museum Mpu Tantular

Tanggal 13 February 1974, museum berubah status menjadi Museum Negeri dan diresmikan pada tanggal 1 November 1974 dengan nama Museum Negeri “ Mpu Tantular “ Provinsi Jawa Timur.

Dengan bertambahnya koleksi, membuat gedung di jalan Pemuda no 3 tidak lagi mencukupi hingga akhirnya pada tanggal 12 Agustus 1977 secara resmi museum menempati gedung baru di jalan Taman Mayangkara no. 6 Surabaya.

Seiring dengan berjalannya waktu, koleksi umum semakin bertambah, demikian juga berbagai  kegiatan edukatif cultural yang di laksanakan di museum, sehingga membutuhkan tempat yang semakin luas, akhirnya pada tanggal 14 Mei 2004 museum kembali menempati lahan baru di Sidoarjo, tepatnya di jalan raya Buduran, Kec. Buduran , Kab. Sidoarjo.

Baca juga : Wisata Pulau Bawean

3. Koleksi Benda Bersejarah di Museum

Museum Mpu Tantular memiliki cukup banyak koleksi benda antik dan bersejarah. Koleksi di museum ini dapat di golongkan menjadi tiga bagian, yang pertama koleksi outdoor, koleksi indoor, dan koleksi andalan (Masterpiece).

Karena banyaknya koleksi yang ada, jadi tidak mungkin akan kami ulas semua. Berikut ini adalah beberapa koleksi yang ada di museum Mpu Tantular :

Koleksi Outdoor

Koleksi Outdoor di Museum Mpu Tantular
Koleksi Outdoor di Museum Mpu Tantular
  • Pandhusa : Merupakan situs peninggalan Megalithik yang diteukan di bondowoso. Pandhusa adalah sebuah batu besar yang di topang empat batu kecil, biasanya digunakan untuk kuburan.
  • Jam Matahari : Jam yang menggunakan matahari sebagai alat penunjuk waktu orang zaman dahulu.
  • Goa mini : Merupakan replika dari Goa prasejarah. Pada zaman berikutnya manusia memilih gua untuk tempat hidup dan menggunakan api untuk mengolah makanan dan ritual pemujaan.
  • Patung-Patung Primitif : Ditemukan di bondowoso, patung setinggi dua meter tipe Polenesia merupakan gambaran nenek moyang peninggalan tradisi Megalithik.
  • Pada umumnya ditemukan satu konteks dengan pandhusa, dolmen dan menhir.
  • Jangkar : Ditemukan di desa Bncar, Tuban. Di duga merupakan peninggalan Belanda.

Koleksi Indoor

  • Moko : Moko adalah genderang kecil seperti nekara yang berasal dari masa prasejarah. Pada bagian badan di beri hiasan sepiral dengan bentruk sulur yang melambangkan kehidupan.
  • Moko berfungsi sebagai sarana upacara minta hujan dan juga berfungsi sebagai maskawin.
  • Nekara : Nekara ini dihiasai berbagai motif yang mempunyai arti simbolis. berfungsi sebagai sarana upacara memanggil hujan, dan sarana penguburan sekunder pada masa prasejarah (sekitar 4000th yang lalu).
Koleksi Indoor di Museum Mpu Tantular
Koleksi Indoor di Museum Mpu Tantular

 

  • Beberapa Prasasti : Pada umumnya prasasti memuat perintah raja atau pejabat kerajaan, sedangkan isinya menyangkut pemerintahan, keagamaan-kepercayaan, ekonomi dan social ataupun kemasyarakatan lainnya.
  • Patung Nandhi : Nandi adalah lembu jantan, vahana (kendaraan) dewa siwa. Karena perannya sebagai dewa kesuburan, maka Nandi banyak dipuja, terutama didaerah agraris.
  • Patung Bima : Patung ini di buat dari batu kapur, digambarkan mempunyai dua tangan yang masing-masing membawa gada dan aksamala.
  • Naskah Lontar : Naskah lontar di Nusantara biasanya mengemban misi keagamaan, baik yang bernafaskan islam maupun diluar keislaman. Namun ada juga karya sastra yang mengacu pada sejarah dan fiksi, obat-obatan dan sebagainya.
Koleksi Naskah di Museum Mpu Tantular
Koleksi Naskah di Museum Mpu Tantular
  • Naskah Kertas : Umumnya ditulis dengan tinta cina, menggunakan huruf arab dan jawa. Isinya tentang keislaman, agama Hindu, karya sastra sejarah, sastra fiksi dan sebagainya.
  • Maket Kapal Dagan “Insulinde” : Maket ini di buat tahun 1935. Kapal dagang “insulinde” adalah kapal dagang milik perusahaan perkapalan belanda “rotterdamsche lyoyd” .
  • Perhiasan : Selain untuk membuat perhiasan, logam emas juga dimanfaatkan untuk membuat benda-benda tertentu baik sebagai sarana upacara maupun benda-benda non sacral, terutama untuk keluarga kerajaan.

Koleksi Masterpiece

  • Garudeya : Ditemukan saudara Seger pada tahun 1989, di Desa Plaosan, Kec. Wates, Kab. Kediri. Hiasan ini dibuat dari emas 22 karat dengan berat keseluruhan 1.163.09 gram.
Koleksi Masterpiece Garudeya
Koleksi Masterpiece Garudeya

Dilihat dari reliefnya, kemungkinan hiasan ini merupakan peninggalan dari abad XII-XIII M. Benda ini merupakan cindera mata dari Raja Siam kepada Raja Airlangga.

  • Arca Durga Mahesasuramadhini : Asal dari candi Jawi, Pasuruan. Mempunyai 8 tangan yang menggambarkan kekuatan dan kesaktian durga sehingga bisa mengalahkan asura (raksasa).
Arca Durga Mahesasuramadhini
Arca Durga Mahesasuramadhini
  • Surya Stambha : Koleksi masterpiece ini merupakan koleksi langka yang berasal dari Nusa Tenggara Timur dan disebut dengan nama “Surya Stambha”.
  • Sepeda tinggi : Diciptakan oleh orang Inggris, James Starley dan William Hilman, yang mendapat hak paten tahun 1970. Sering disebut “Ariel” yang berarti sepeda terbuat dari metal.
  • Sepeda Motor Uap : Diciptakan oleh warga negara Jerman bernama Gottlien Daimler, dijalankan dengan tenaga uap. Tipe sepeda motor ini pertama kali diproduksi oleh pabrik “Hildebrand Und Wolfmuller”, Muenchen (Jerman) pada tahun 1885 dengan kecepatan maksimal mencapai 30km/jam.
Sepeda Motor Uap
Sepeda Motor Uap
  • Simphonion : Berasal dari jerman pada abad XVIII. Termauk instrument musik klasik, tidak menggunakan listrik, dimainkan secara manual dengan cara manual.
  • Sepeda Kayu : Merupakan bentuk sepeda yang paling tua diciptakan oleh MICHAEL KESLER seorang berkebangsaan Jerman pada tahun 1766.

4. Fasilitas di Museum Mpu Tantular

Fasilitas di Museum Mpu Tantular
Fasilitas di Museum Mpu Tantular

Karena sudah jadi Museum Negeri dan menjadi tanggung jawab pemerintah setempat, fasilitas di Museum Mpu Tantular sudah terbilang lengkap. Mulai dari, toilet umum, dan tempat istirahat.

Berbagai rumah juga bisa anda temui di sekitar lokasi museum.

Baca juga : Wisata Pulau Sempu

5. Tiket Masuk Museum Mpu Tantular

Tiket Masuk Museum Mpu Tantular
Tiket Masuk Museum Mpu Tantular

Museum Mpu Tantular ini di Bagi menjadi beberapa bagian. Di bagian depan terdapat joglo, kemudian bangunan lainnya yakni gedung administrasi, perpustakaan, gedung pameran tetap, (Gedung Majapahit), Galeri Von Faber, gedung pameran tuna netra, ruang kerja koleksi storage, gedung preparasi, laboratorium konservasi, gedung bimbingan edukasi dan mushola.

Untuk dapat masuk dan menjelajah ke museum setiap pengunjung dikenakan tiket masuk seharga Rp 4000 untuk dewasa dan anak-anak sebesar Rp 3000. Potongan tiket masuk hanya berlaku bagi rombongan.

Museum ini buka setiap hari Selasa sampai Kamis dari jam 08:00 hingga 15:00 WIB. Kemudian untuk Jum’at, Sabtu dan Minggu hanya buka sampai jam 13:30 WIB saja dan libur pada hari Senin.

Demikianlah ulasan kami mengenai tempat wisata pendidikan Museum Mpu Tantular. Semoga ulasan kami bisa bermanfaat dan berguna untuk anda sekalian.

Thanks….

Leave a Comment

WhatsApp chat Chat