Makanan Khas Toraja yang Wajib Dicoba, Jangan Sampai Kelewatan!

Makanan Khas Toraja | Toraja terkenal sebagai salah satu daerah yang masih menjaga kelestarian budayanya dari dulu hingga sekarang. Suku Toraja yang mendiami daerah pegunungan tersebut juga masih menganut gaya hidup khas masyarakat Austronesia ala ala Nias.

Jika berbicara seputar budaya, maka tak lengkap jika tak membicarakan makanan khas Toraja juga. Bagi anda yang berencana berkunjung ke Tana Toraja, berikut adalah daftar menu kuliner khas sajian Toraja.

1. Pantollo Pamarrasan dan Pantollo Lendong

Pantollo Pamarrasan

Di urutan pertama ada pantollo pamarrasan dan pantollo Lendong. Meski keduanya berasal dari jenis olahan yang sama dan sama-sama nikmatnya, kedua makanan khas Toraja ini menggunakan bahan dasar yang berbeda. Jika pantollo pamarassan menggunakan campuran berbagai jenis daging seperti daging kerbau dan daging babi, maka pantollo ledong hanya menggunakan daging belut (ledong) saja.

Seperti namanya, makanan ini menggunakan pantollo atau keluak hitam sebagai bumbu utamanya. Jadi pantollo lebih mirip seperti rawon, namun dengan tambahan kombinasi bumbu khas Toraja seperti lombok katokkon dan juga pari. Pantollo ini seperti sudah menjadi kuliner wajib jika berkunjung ke Toraja dan sangat sayang untuk dilewatkan.

2. Pantollo Bale

Makanan khas Toraja selanjutnya masih berupa makanan yang menggunakan pantollo atau keluak hitam sebagai bumbu utamanya. Adalah pantolo bale atau pantollo yang menggunakan bahan dasar berbagai jenis ikan (bale). Makanan yang satu ini sering kali dijumpai dalam acara-acara adat di Toraja dan termasuk makanan yang paling digemari.

Untuk ikan yang digunakan biasanya adalah ikan mas dan ikan tongkol, namun tidak menutup kemungkinan adanya variasi penggunaan ikan lainnya juga. Perbedaan juga terdapat dari cara mengolahnya. Ikan akan digoreng kering atau dipanggang untuk kemudian diguyur dengan bumbu pantollo. Jadi sensasi kriuk dari setiap bisa anda nikmati sekaligus.

3. Pa’ Piong Manuk dan Pa’ Piong Dangkot

Pa’ Piong Manuk dan Pa’ Piong Dangkot

Selain cara mengolah menggunakan pantollo atau keluak hitam, ada juga makanan khas Toraja berjenis pa’ piong. Pa’ piong ini termasuk makanan pedas, jadi tidak disarankan bagi anda yang tidak menyukai pedas untuk mencicipi kuliner yang satu ini.

Pa’ piong manuk sendiri terbuat dari bahan utama daging ayam (manuk), sedangkan pa’ piong dangkot terbuat dari campuran berbagai daging seperti daging ikan, daging ayam, dan daging lainnya. Yang paling khas dari kuliner yang satu ini adalah penggunaan daun mayana karena mampu menghadirkan aroma yang sangat harum dan khas dari Toraja.

Baca juga : Makanan Khas Makasar

4. Pa’ Piong Bo’bo Nasi

Pa’ Piong Bo’bo Nasi

Masih dari jenis olahan pa’ piong, makanan khas Toraja yang selanjutnya adalah pa’ piong bo’ bo nasi. Bisa anda tebak, pa’ piong ini menggunakan nasi sebagai bahan utamanya. Yang paling membuat unik dari pa’ piong adalah bumbu campurannya. Beras yang sudah di cuci bersih akan dicampur dengan bumbu khas Toraja dan bumbu lain seperti merica, serai, daun bawang dan bumbu lain.

Cara pengolahannya juga tidak kalah unik. Pa’ piong bo’ bo nasi selanjutnya dibakar di dalam bambu yang sudah diberi alas daun pisang hingga mencapai tingkat kematangan sempurna. Hasilnya, nasi hangat dengan aroma luar biasa khas bumbu Toraja siap dihidangkan. Rasa gurih dan pedas mendominasi kuliner Toraja yang satu ini.

5. Pokon Khas Ternate

Kalau anda akrab dengan lontong, maka pokon ini kurang lebih seperti itu. Namun makanan khas Toraja ini bukan dibuat dari beras biasa, melainkan dari beras ketan hitam. Jadi setelah ketan hitam dicuci bersih dan ditanak setengah matang, kemudian pokon dicampurkan dengan santan untuk mendapatkan rasa gurih yang lezat.

Teknik membungkus pokon juga terbilang sangat unik. Pokon dibungkus menggunakan daun pisang dan dililit tali yang melingkar. Pokon sangat cocok dijadikan kudapan dan dimakan bersama dengan teh hangat maupun kopi.

6. Kapurung

Kapurung

Selanjutnya dalam daftar masakan khas Toraja ada kapurung. Jika menu kuliner khas sebelumnya sudah di dominasi oleh berbagai olahan daging dan beras, maka kapurung terbuat dari bahan dasar sagu. Di beberapa daerah lain di Maluku, kapurung juga biasa dikenal dengan papeda.

Sagu yang sudah diberi air hangat selanjutnya dibentuk bulat-bulat dan diberi campuran daging ikan atau daging ayam. Untuk menyantapnya, kapurung diberi campuran kuah bumbu kacang, jagung, dan juga beraneka sayuran rebus. Sayur yang biasanya menjadi campuran adalah kacang panjang, jantung pisang, kangkung, dan labu. Mirip seperti sayur asem. Jika dilihat sekilas, kapurung ini lebih mirip dengan pecel berkuah, namun dengan campuran kapurung sagu sebagai pengganti nasi. Makanan ini paling nikmat disantap saat masih hangat.

7. Dangkot atau Daging Kotte Bebek

Dangkot atau singkatan dari daging kotte bebek menjadi menu selanjutnya dalam daftar masakan khas Toraja. Dari asalnya, kotte berarti itik atau bebek. Menu dangkot berwarna kecoklatan karena rempah dan bumbunya sudah meresap ke dalam daging setelah melalui proses pemasakan yang sempurna. Dangkot sendiri memiliki cita rasa pedas manis dan gurih karena balutan rempah jahe, serai, dan gerusan halus cabe rawit yang ditaburkan diatasnya.

Menurut masyarakat sekitar, dangkot sangat baik untuk untuk dikonsumsi karena mengandung senyawa anti-oksidan yang baik untuk daya tahan tubuh. Selain itu, dangkot juga dipercaya mampu mencegah anemia dan beberapa penyakit lainnya.

Baca juga : Makanan Khas Kendari

8. Deppa Tori

Deppa Tori

Beralih ke menu kudapan, masakan khas Toraja selanjutnya adalah deppa tori. Deppa tori merupakan camilan yang banyak ditemukan di Enrekang dan juga Toraja. Ukurannya kecil, hanya sebesar jari tangan dengan bentuk bervariasi. Namun bentuk yang paling banyak diadopsi adalah bentuk jajar genjang. Warnanya cokelat tua seperti jenang dengan taburan biji wijen di atas permukaannya.

Dibuat dari tepung beras, deppa tori memiliki tekstur yang garing di luar, namun sangat lembut di dalam. Deppa tori sudah menjadi ikon oleh-oleh atau jajanan khas Toraja sejak lama, jadi anda bisa dengan mubah menemukannya di toko-toko oleh-oleh.

9. Pangrarang atau Sate

Sate mungkin sudah menjadi makanan nasional dan hampir bisa ditemukan di setiap daerah dengan ciri khasny masing-masing. Begitu pula dengan makanan khas Toraja yang satu ini. Namun jangan bayangkan jika sate dari Toraja ini sama dengan sate kebanyakan.  Pangrarang tidak menggunakan lidi untuk menusuk daging ayam atau sapi yang akan dipanggang.

Daging biasanya langsung dipanggang secara terpisah. Bumbu yang digunakan pun terbilang sangat sederhana, Ana cukup ditaburi garam dan tunggu hingga daging matang sempurna. Sedikitnya bumbu ini justru membuat rasa alami daging keluar dan memiliki aroma wangi yang sangat khas. Pangrarang biasanya disajikan bersama dengan sayuran rebus seperti kangkung dan lain-lain.

Demikianlah beberapa daftar masakan khas Toraja yang bisa anda jadikan referensi. sangat disayangkan jika berlibur ke Toraja dengan kekayaan budayanya, namun tidak sempat mencicipi kekayaan kulinernya juga. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment

WhatsApp chat Chat