11 Makanan Berat Khas Kota Kudus yang Wajib Anda Coba!

Makanan Khas Kudus – Jika Anda bertandandang ke kota Kudus jangan lupa untuk mencicipi kuliner tersembunyi yang kota kretek ini miliki. Keindahan arsitektur bangunan Menara Kudus di kabupaten Kudus Jawa Tengah ini telah menjadi sebuah monumen peradaban masa lalu dan pusat wisata religi sampai saat ini. Memiliki nama Lain Masjid Al Aqsa (Masjid Menara Kudus) berdiri pada tahun 1549, yang keberadaannya menjadi bukti penyebaran agama Islam. Sunan Kudus menyebarkan melalui akulturasi budaya.

Museum Kretek juga menjadi salah satu destinasi wisata kota Kudus. Apa yang Anda pikir pertama kali ketika mendengar kata Kudus? 80 % orang akan menyebut kretek (rokok). Kota Kudus sendiri sebenarnya adalah kabupaten terkecil di Jawa Tengah, namun demikian memiliki daya tarik tersendiri. Anda akan sangat betah berlama-lama di sana, itu karena suasana kota yang tidak terlalu ramai.

Wisata seru lainnya seperti Gunung Muria dan Simpang tujuh hingga Menara Kudus. Dibalik suasana kota yang tidak terlalu ramai, sebenarnya tersembunyi kuliner-kuliner nikmat yang akan memanjakan lidah Anda, berikut akan kami berikan ulasan makanan khas kudus yang wajib anda coba :

1. Soto Kudus

Soto Kudus
Soto Kudus

Makanan khas kota kretek ini sangat berbeda dengan soto pada umumnya lho. Jika soto Semarang identik dengan mie shoun dan telur ayam, maka soto Kudus menggunakan topping kecambah, daun bawang, seledri yang terhidang dalam mangkok kecil yang membuat keunikannya sendiri.

Soto Kudus lengkap disajikan dengan nasi putih, tauge, irisan seledri, taburan bawang goreng, tentunya lebih ringan bumbu dan berkuah bening dan tidak bersantan. Berbeda jauh dengan soto Jawa Timuran yang berwarna kuning, soto Kudus sendiri ada yang menggunakan ayam dan kerbau.

Soto kerbau inilah yang membuat kekhassan cita rasa. Penyajiannya akan lebih rame dengan tambahan sate ayam kecap mungil, kudapan sate, dan perkedel. Salah satu warung soto terkenal adalah warung soto kerbau bu Jatma atau bu Dita.

2. Sate Kerbau

Sate Kerbau
Sate Kerbau

Sejarah digunakannya daging kerbau pada masakan di daerah Kudus adalah bentuk pernghormatan kepada agama Hindu yang dibawa oleh sunan Kudus. Saat itu hewan Sapi dianggap hewan suci dan untuk itu Sunan Kudus memberikan perintah untuk menggantikan sapi dengan kerbau.

Anda tak perlu khawatir perihal daging kerbau alot, pembuatan sate telah melewati proses pengolahan yang panjang dan terbilang unik. Sebelumnya daging kerbau diiris keci-kecil lalu dimemarkan dengan dipukul-pukul, kemudian diberi bumbu dan didiamkan beberapa jam hingga bumbu meresap.

Barulah selanjutnya potongan tersebut ditusuk dengan tusuk sate, lalu dibakar di atas arang panas, juga tidak boleh terlalu lama supaya tidak keras dan nyaman dimakan. Bumbu sate dicampur serundeng, bawang putih, bawang merah, kentang, dan kacang tanah yang diuleg kasar.

Meski sekilas mirip sate lilit Bali namun sate kerbau Kudus tetaplah unik dan jarang dijumpai di daerah lainnya. Sate ini empuk hampir mirip juga dengan dendeng sapi. Sate kerbau dapat Anda temukan di sekitar jalan Gang 1/3 Jalan Pemuda, kota Kudus

3. Lentog Tanjung Kudus

Lentog Tanjung Kudus
Lentog Tanjung Kudus

Lentog (lontong) Tanjung ini sekilas mirip opor lho. Namanya diambil dari desa Tanjung Karang, kecamatan Jati, kabupaten Kudus. Makanan khas kudus ini disajikan di atas piring beralas daun pisang, berisi: lontong yang dipotong kecil, sayur lodeh gori(nangka muda),kemudian diguyur dengan kani(kuah santan yang kental) tak lupa sambal cair yang menambah cita rasa pedas.

Topping pelengkapnya seperti sate telur puyuh, bakwan, dan gorengan cocok untuk sarapan. Di kabupaten Kudus terdapat sentra penjualan lentog Tanjung yaitu di sebelah utara simpang lima, jalan lingkar Tanjung Karang, lentog(lontong) ini besarnya hampir sebesar paha orang dewasa.

4. Nasi Pindang Kerbau

Nasi Pindang Kerbau
Nasi Pindang Kerbau

Sekilas mirip rawon dari Jawa Timur. Makanan nasi Pindang ini berasal dari lereng gunung Muria, tepatnya di daerah Colo. Nasi dengan irisan daging dan daun melinjo yang disiram dengan kuah pindang berwarna kecokelatan. Memiliki cita rasa manis, nasi diletakkan di atas wadah dilengkapi daun pisang.

5. Garang Asem

Garang Asem
Garang Asem

Sesuai namanya makanan ini berasa asam karena irisan tomat hijau dan sedikit pedas oleh irisan cabe keriting. Dahulu Garang Asem dianggap makanan mewah karena hanya tersaji dalam waktu tertentu.

Makanan ini terbuat dari ayam atau, jeroan atau ikan atau tahu dengan bumbu khusus ditambah kuah santan lalu dibungkus dengan daun pisang untuk kemudian dikukus atau digarang. Sangat memanjakan lidah, sensasi pedas asamnya!

6. Opor Bakar Sunggingan

Opor Bakar Sunggingan
Opor Bakar Sunggingan

Berasal dari desa Sunggingan. Unik karena proses mengolahnya. Ayam kampung akan dimasak utuh tanpa dipotong lalu bumbu dimasukkan ke dalam rongga perut yang telah dibuang jeroannya, supaya bumbu meresap, setelah ayam cukup matang dan empuk akan dibakar hingga merata, barulah ayam dicincang untuk disajikan bersama kuah opor kental yang terbuat dari kaldu ayam dan santan.

Opor bakar ini bisa Anda temukan di Jalan Niti Semito Nomor 9, Kudus. Merupakan menu andalan dengan harga 7 ribu rupiah, lengkap dengan suwiran ayam, potongan tahu kecil. Uniknya sendok terbuat dari daun pisang yang dilipat. Tertarik mencoba?

7. Pecel Pakis Colo

Pecel Pakis Colo
Pecel Pakis Colo

Makanan khas Kudus ini berasal dari desa Colo, sama seperti nasi Pindang Kerbau. Sejarahnya makanan pecel pakis ini dihadirkan untuk keluarga keraton Solo yang menyukai pecel pakis buatan pemuda asal desa Colo.

Setelah berziarah ke makam Sunan Muria, Anda dapat menikmati pecel pakis ini sambil menikmati pemandangan gunung Muria. Pakis sendiri sebenarnya adalah tumbuhan paku yang biasa tumbuh subur di dinding sumur namun di Kudus Anda dapat menemukan banyak tumbuhan pakis di lereng gunung Muria.

Pecel pakis berisi pakis, tauge, kancang panjang yang direbus lalu disiram sambal kacang yang terbuat dari kacang tanah, cabai, bawang putih. Hemmm… Nikmatnya!

8. Nasi Jangkrik Daun Jati

Nasi Jangkrik Daun Jati
Nasi Jangkrik Daun Jati

Makananan ini dijual di sekitaran masjid Menara Kudus. Daging kerbau yang empuk serta bumbu pelengkapnya yang pedas sebagai campurannya. Nama jangkrik sebenarnya hanya untuk menarik pembeli. Tenang Anda tidak perlu cemas, karena yang tersaji bukan daging jangkrik, hehe.

Seporsi dijual dengan harga 15 ribu rupiah. Biasanya dijual saat 10 Muharam, dalam peringatan tradisi buka luwur masyarakat Kudus.

9. Soto Kaki Kambing Gang 3

Soto Kaki Kambing Gang 3
Soto Kaki Kambing Gang 3

Soto yang legensaris ini konon pernah masuk koran Suara Merdeka. Warung makan yang menjual padahal sederhana dan harus melewati gang berliku-liku. Biasanya disajikan dengan susu kedelai. Sudah pernah coba?

Baca juga : Makanan Khas Jogja

10. Ayam Gongso

Ayam Gongso
Ayam Gongso

Gongso dalam bahasa Jawa berarti tumis. Ayam dimasak dengan campuran bumbu kecap dan cabai, menciptakan cita rasa manis, gurih, dan sedikit pedas. Bisa dimakan dengan nasi putih maupun nasi goreng. Hemmm… Yummy!

11. Tahu Telur

Tahu Telur
Tahu Telur

Makanan khas Kudus ini bisa Anda temukan di Jalan Sunan Kudus dari batas timur kali Gelos hingga alun-alun kota Kudus. Makanan ini berisi potongan tahu yang disajikan bersama lontong atau nasi dan disiram bumbu kacang. Sekilas mirip tahu gimbal Semarang namun Tahu Telur ini lebih terasa bawang putihnya.

Makanan khas Kudus sangatlah menggoda. Kapan Anda mau coba?

1 thought on “11 Makanan Berat Khas Kota Kudus yang Wajib Anda Coba!

Leave a Comment

WhatsApp chat Chat